Jumat, 04 Januari 2013

FENOMENA DI BALIK IJAZAH

FENOMENA DIBALIK IJAZAH

Sistem pendidikan di Indonesia semakin tak terarah dan menuju kearah kebobrokan. Hal tersebut  dapat dilihat dari jiwa dan semangat para pelajar Indonesia yang bersekolah bukan mementingkan dan memikirkan dari pendidikan keahlian yang mereka dapatkan tetapi hanya sekedar untuk mendapatkan ijazah.
Banyak orang bangga karena memiliki ijazah yang tinggi, banyak orang berduit dengan gampangnya mengeluarkan uang untuk membeli ijazah. Tetapi di sisi lain kalau kita menengok tentang keahlian dan kemampuan dari orang tersebut tak sebanding dengan ijazah yang mereka miliki. Walaupun terkadang masih ada orang yang benar-benar sebanding antara ijazah dengan kemampuannya.
            Di Indonesia, ijazah hanya sekedar digunakan sebagai alat menaikkan posisi jabatan seseorang di sebuah instansi. Kalau di Luar Negeri keahlian lebih diutamakan daripada ijazah. Siapa bilang orang yang tidak punya ijazah akan menderita di sepanjang hidupnya. Banyak orang yang sukses tanpa mengantongi ijazah. Diantaranya adalah :
Ajip Rosidi
Dia menolak ikut ujian SMA karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Purdi E Chandra
Dia adalah pendiri Bimbel Primagama, usahanya masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) karena memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Dia kuliah di 4 jurusan yang berbeda,tetapi tidak ada satu ijazahpun yang dia dapat. Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.
Abdullah Gymnastiar
Ternyata sukses menjadi kiayi dan pengusaha besar tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum mengambil ijazahnya.
3 tokoh diatas adalah contoh tokoh sukses tanpa ijazah yang tinggi. Siapa bilang tingkat pendidikan akan menentukan kesuksesan seseorang. Sukses atau tidaknya seseorang tergantung dari orang itu sendiri. Buktinya di Indonesia sendiri masih banyak orang yang menganggur dengan gelar akademik yang mereka punya . Hal tersebut membuktikan kalau adanya IJAZAH  TIDAK MENJAMIN seseorang untuk SUKSES.