Minggu, 20 Januari 2013
Jumat, 04 Januari 2013
FENOMENA DI BALIK IJAZAH
FENOMENA DIBALIK IJAZAH
Sistem pendidikan di Indonesia
semakin tak terarah dan menuju kearah kebobrokan. Hal tersebut dapat dilihat dari jiwa dan semangat para
pelajar Indonesia yang bersekolah bukan mementingkan dan memikirkan dari
pendidikan keahlian yang mereka dapatkan tetapi hanya sekedar untuk mendapatkan
ijazah.
Banyak orang bangga karena memiliki
ijazah yang tinggi, banyak orang berduit dengan gampangnya mengeluarkan uang
untuk membeli ijazah. Tetapi di sisi lain kalau kita menengok tentang keahlian
dan kemampuan dari orang tersebut tak sebanding dengan ijazah yang mereka
miliki. Walaupun terkadang masih ada orang yang benar-benar sebanding antara
ijazah dengan kemampuannya.
Di
Indonesia, ijazah hanya sekedar digunakan sebagai alat menaikkan posisi jabatan
seseorang di sebuah instansi. Kalau di Luar Negeri keahlian lebih diutamakan
daripada ijazah. Siapa bilang orang yang tidak punya ijazah akan menderita di
sepanjang hidupnya. Banyak orang yang sukses tanpa mengantongi ijazah.
Diantaranya adalah :
Ajip Rosidi
Dia menolak ikut ujian SMA karena waktu itu beredar kabar
bocornya soal-soal ujian. Dia tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan
bisa hidup tanpa ijazah. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan
menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru
besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun
diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu
jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan
akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Purdi E Chandra
Dia adalah pendiri Bimbel Primagama, usahanya masuk ke
Museum Rekor Indonesia (MURI) karena memiliki 181 cabang di 96 kota besar di
Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Dia kuliah di 4 jurusan yang berbeda,tetapi tidak ada satu ijazahpun yang dia dapat. Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.
Dia kuliah di 4 jurusan yang berbeda,tetapi tidak ada satu ijazahpun yang dia dapat. Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.
Abdullah Gymnastiar
Ternyata sukses menjadi kiayi dan pengusaha
besar tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum
mengambil ijazahnya.
3 tokoh diatas adalah contoh tokoh sukses tanpa ijazah yang tinggi. Siapa
bilang tingkat pendidikan akan menentukan kesuksesan seseorang. Sukses atau
tidaknya seseorang tergantung dari orang itu sendiri. Buktinya di Indonesia
sendiri masih banyak orang yang menganggur dengan gelar akademik yang mereka
punya . Hal tersebut membuktikan kalau adanya IJAZAH TIDAK MENJAMIN seseorang untuk SUKSES.
Langganan:
Postingan (Atom)